IMPLEMENTASI BIPA BERBASIS KOMUNIKASI FUNGSIONAL DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI BERBAHASA PENUTUR ASING: PENGABDIAN INTERNASIONAL
Keywords:
BIPA, komunikasi fungsional, pengabdian internasional, kompetensi berbahasaAbstract
Kerja sama akademik lintas negara kini menjadi jalur strategis untuk memperluas jangkauan pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) melampaui kampus asal, termasuk melalui skema pembelajaran daring yang memungkinkan pengabdian internasional tanpa mobilitas fisik. Kegiatan pengabdian ini mendokumentasikan pelaksanaan program BIPA berbasis komunikasi fungsional yang diampu oleh lima tutor dari dua perguruan tinggi, yaitu Universitas Aisyah Pringsewu dan Universitas Muhammadiyah Metro, bagi 20 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen Union Christian College, Filipina, melalui platform Zoom meeting pada 17 Januari-12 Februari 2026. Materi disusun dalam 12 pertemuan tematik yang bergerak dari perkenalan diri hingga simulasi komunikasi terpadu, dengan fungsi bahasa sebagai titik tolak penyusunan materi, bukan struktur tata bahasa semata, sehingga peserta langsung berlatih menggunakan bahasa dalam konteks kebutuhan nyata mereka sebagai penutur asing. Kebaruan program terletak pada tiga hal: peserta campuran mahasiswa-dosen yang menuntut diferensiasi penyampaian materi antar-kelompok, format kerja sama formal antar-perguruan-tinggi lintas negara yang menempatkan pengajaran BIPA sebagai pengabdian internasional terjadwal, dan skema pelaksanaan sepenuhnya daring yang memungkinkan replikasi program tanpa biaya mobilitas fisik. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri bertutur, penguasaan ungkapan fungsional pada situasi otentik seperti memesan makanan, menawar harga, dan meminta bantuan darurat, serta tumbuhnya apresiasi terhadap budaya berbahasa Indonesia. Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan komunikatif-fungsional bagi pengabdian BIPA lintas negara secara daring dengan peserta dewasa berlatar akademik beragam.





