Main Article Content

Abstract

ABSTRAK


 


Palembapang mempunyai produk unggulan berupa asesoris cui, cincin dan produk rumah tangga berbahan batok kelapa. Usaha Kerajinan asesoris Batok kelapa yang dilakukan oleh kelompok masyarakat yang saat ini sedang  mendapat perhatiaan dari pemerintah Daerah Lampung Selatan , namun masalah yang dihadapi adalah kualitas produk kerajinan kurang bagus, biaya produksi tinggi, jumlah produksi sedikit,  proses produksi yang dilakukan tidak efisien, pemasaran belum berkembang dan menejemen pengelolaan belum effesien. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha perbaikan dalam rangka peningkatan pengetahuan kelompok usaha kreatif ini. Permasalahan utama adalah 1) kualitas dan kapasitas produksi yang rendah, sehingga biaya produksi tinggi, 2) alat produksi yang masih sederhana, yaitu sebagian besar dikerjakan dengan manual, hal ini tidak efisien dan efektif. Pemasaran yang masih kurang berkembang.


Metode yang digunakan adalah metode transfer teknologi Four in one untuk produksi asesoris, pelatihan dan pendampingan yang berguna untuk perbaikan mutu proses produksi, peningkatan pengelolaan dan penangan produk serta peningkatan pasar produk kreatif  yang dapat  memberikan pengetahuan untuk memperbaikan produk kerajinan batok kelapa. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan introduksi/pengenalan dan cara menggunakan serta maintenens alat produksi Four in one yaitu alat potong, alat gerinda dan alat pengamplas yang dibuat dalam satu rangkaian alat. Begitu pula dengan proses perbaikan manejemen pemasaran.


Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan profit dan memanfaatkan peluang usaha baru bagi kelompok pemuda di desa Pelembapang. Jumlah peserta yang ikut adalah 10 orang yang berasal dari kelompok  Pemuda. Pelatihan dianggap berhasil jika 95 % peserta dapat menyelesaikan seluruh program pelatihan. Luaran yang dihasilkan adalah menghasilkan 1 unit rangkaian teknologi produksi four in one untuk membuat kerajianan asesoris, peningkatan daya saing (kualitas, kuantitas, nilai tambah produk dan SDM, serta peningkatan penerapan IPTEK,  dan perbaikan tata nilai masyarakat (Sosial).


Hasil yang diperoleh adalah pelatihan diikuti lebih dari 10 orang, ketercapaian keberhasilan program hanya 85%, penyerapan pembelajaran belum maksimal. Hal ini disebabkan karena pandemi dan diberlakukannya PPKM di Palembapang.


  


Kata kunci: Proses, Produksi,  kreatif, Effisien

Keywords

Proses, Produksi, kreatif, Effisien

Article Details