Main Article Content

Abstract

Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak cukup serius terhadap kualitas sumber daya manusia yaitu pendek (stunting) dan kurus (wasting) pada balita. Pada tahun 2020, di Pekon Kacamarga dari 261 balita terdapat 39 balita yang mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada Balita Usia 1-5 Tahun di Pekon Kacamarga Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus Tahun 2021. Penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan case control. Penelitian dilakukan pada bulan November 2021 dengan Populasi sebanyak 203 balita usia 1-5 tahun di Pekon Kacamarga dan sampel terdiri dari kelompok kasus (stunting) dan kelompok kontrol (normal) masing-masing sebanyak 28 responden diambil dengan systematic random sampling. Analisa bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan usia ibu saat hamil tidak bersiko (20-35 tahun) sebanyak 46 orang (82,1%), status gizi saat hamil KEK (LILA < 23,5 cm) sebanyak 25 orang (44,6 %) dan kejadian stunting sebanyak 28 orang (50%). Hasil uji chi square diketahui ada hubungan yang signifikan antara status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting (p value 0,032) dan nilai OR 3,864 serta tidak ada hubungan yang signifikan antara usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting (p value 0,727). Disarankan kepada ibu yang mempunyai remaja putri agar memperhatikan asupan nutrisinya dengan makan makanan yang bergizi seimbang agar dapat memutus mata rantai kejadian stunting

Keywords

Stunting, Nutritional Status, Maternal Age

Article Details