EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI PENDUKUNG TERAPI FARMAKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES DI DESA WONODADI
Abstract
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan pengelolaan komprehensif meliputi terapi farmakologis dan non-farmakologis. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berpotensi sebagai terapi komplementer yang ekonomis dan mudah diakses untuk mendukung pengelolaan diabetes. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo dalam memanfaatkan TOGA sebagai pendukung terapi farmakologis pada penderita diabetes. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan media presentasi dan poster, dilengkapi dengan sesi tanya jawab serta pemeriksaan gula darah gratis. Kegiatan dihadiri oleh 35 peserta yang terdiri dari penderita diabetes, keluarga penderita, dan masyarakat berisiko tinggi. Hasil pemeriksaan menunjukkan 34,3% peserta memiliki kadar gula darah di atas normal, 22,9% prediabetes, dan 42,8% normal. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor 52,4 menjadi 78,6 (peningkatan 26,2 poin). Materi edukasi mencakup pengenalan diabetes, komplikasi, pengelolaan komprehensif, jenis-jenis TOGA berkhasiat (sambiloto, kumis kucing, daun salam, kayu manis, pare), kandungan senyawa aktif, cara pengolahan, dosis yang tepat, dan pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan TOGA yang aman dan efektif sebagai terapi komplementer diabetes. Diperlukan program lanjutan berupa pendampingan budidaya TOGA, monitoring berkala, dan kerjasama dengan fasilitas kesehatan setempat untuk memastikan keberlanjutan program
Kata Kunci: Diabetes Melitus, TOGA, Tanaman Obat, Terapi Komplementer, Edukasi Kesehatan
