Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi <p>e-ISSN : <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1577076626&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2715-9558</a></p> <p>p-ISSN : <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1577076420&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2716-0912</a></p> <p><strong>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)</strong> dengan nomor registrasi ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1577076420&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2716-0912</a>&nbsp;(cetak) <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1577076626&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2715-9558&nbsp;</a>(<em>online</em>) adalah jurnal Multidisiplin yang diterbitkan oleh <strong>Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu</strong>. Jurnal Ini mencakup banyak masalah secara umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan kepada masyarakat. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau gagasan dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pelayanan kepada masyarakat.</p> <p><strong>ABDI KE UNGU </strong>terbit 3 kali setahun setiap bulan Desember, April dan Agustus.&nbsp;</p> <p><a title="Web Analytics" href="https://statcounter.com/" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://c.statcounter.com/12488599/0/6d966eed/0/" alt="Web Analytics"></a></p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu en-US Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2716-0912 PERAN PEMUDA DALAM IMPLEMENTASI PERMENDIKBUD NOMOR 30 TAHUN 2021 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEKERASAN SEKSUAL DI DESA CIPADANG https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2140 <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemuda Desa Cipadang terhadap implementasi Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual. Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan masyarakat menuntut adanya peran aktif generasi muda sebagai agen perubahan. Melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan diskusi interaktif, pemuda dibekali pengetahuan tentang bentuk-bentuk kekerasan seksual, dampaknya, serta mekanisme perlindungan hukum yang diatur dalam Permendikbud tersebut. Metode pelaksanaan meliputi survei, wawancara, bimbingan, dan evaluasi partisipatif bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman dan kesadaran pemuda dalam mengenali, mencegah, serta menanggulangi kekerasan seksual di lingkungannya. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berpengetahuan hukum, dan mampu menciptakan lingkungan sosial yang aman serta bebas dari kekerasan seksual</p> FITRA FERNANDA SUSILO FEBRA ANJAR KUSUMA Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 157 161 Penguatan Literasi Lintas Budaya dalam Pendidikan Dasar melalui Pengenalan Budaya Thailand Berbasis Experiential Learning https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2093 <p>Globalisasi menuntut sistem pendidikan dasar untuk tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membentuk kompetensi lintas budaya sejak usia dini. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi lintas budaya siswa sekolah dasar melalui pengenalan budaya Thailand berbasis pendekatan experiential learning. Kegiatan dilaksanakan di SD Citra Bangsa School Pringsewu dengan melibatkan 70 siswa kelas I hingga III, dan dirancang dalam delapan sesi tematik interaktif yang mencakup aspek geografis, budaya sosial, dan dasar-dasar bahasa Thailand. Pendekatan ini menggabungkan pemaparan visual, permainan edukatif, serta praktik pengucapan secara kontekstual.</p> <p>Keunikan program ini terletak pada keterlibatan langsung mahasiswa asing asal Thailand sebagai fasilitator utama, yang memberikan pengalaman lintas budaya yang autentik dan bermakna bagi siswa. Hasil observasi menunjukkan tingginya partisipasi dan antusiasme siswa, serta kemampuan mereka dalam mengingat dan mengucapkan kembali kosakata dasar dalam bahasa Thailand. Selain hasil kognitif, kegiatan ini juga berdampak positif pada sikap emosional dan sosial siswa, mendorong keterbukaan terhadap keberagaman budaya. Temuan ini menegaskan efektivitas pendekatan experiential learning dalam menumbuhkan sensitivitas antarbudaya dan minat terhadap budaya asing di lingkungan pendidikan dasar.</p> Bungsudi Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 162 167 PENYULUHAN DAMPAK ANEMIA TERHADAP KESEHATAN IBU DAN JANIN SELAMA KEHAMILAN DI PUSKESMAS SIMPUR BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025 https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2171 <p>Anemia pada ibu hamil adalah kondisi di mana kadar hemoglobin (Hb) menurun, yang dapat berdampak buruk pada ibu dan janin. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai 78% pada 2021. Dampak anemia antara lain abortus, prematuritas, BBLR, dan gangguan persalinan.</p> <p>Upaya pencegahan anemia dapat dilakukan dengan: Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi, Mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet, Makan makanan bergizi, seperti sayuran hijau dan buah-buahan, Mnghindari minuman yang menghambat penyerapan zat besi. Penanganan anemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C, serta menghindari teh dan kopi. Edukasi dan perilaku positif ibu hamil dan keluarga sangat penting untuk mencegah dan menangani anemia.</p> <p>Program pencegahan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Simpur dilakukan dalam tiga tahap: Tahap Persiapan: Survei awal, pengadaan alat dan bahan, serta penyusunan materi edukasi, Tahap Pelaksanaan: Pemeriksaan Hb, distribusi tablet Fe dan susu ibu hamil, serta penyuluhan interaktif, Tahap Evaluasi: Pre- dan post-test, analisis data, dan laporan akhir kegiatan.</p> <p>Kegiatan pengabdian masyarakat tentang anemia kehamilan telah dilaksanakan pada 11 November 2025 di Puskesmas Simpur, dengan metode ceramah, Tanya jawab, dan demonstrasi. Materi yang disampaikan meliputi pemeriksaan Hb, distribusi tablet Fe, dan penyuluhan interaktif. Kegiatan ini diikuti 15 ibu hamil dan dihadiri oleh tim dosen dan mahasiswa.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Mareza Yolanda Umar Psiari Kusuma Wardani Miki Fatmala Rika Okctavia Della Citra Monica Adila Pangestu Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 168 175 EDUKASI PENTINGNYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2163 <p>Abstrak</p> <p>Pemeriksaan IVA merupakan salah satu metode deteksi dini kanker serviks. Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami oleh wanita di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat. Deteksi dini melalui pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan langkah penting dalam mengurangi angka kematian akibat penyakit ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA, serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan rutin sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Agustus 2025, di Puskesmas Batu Brak, dengan melibatkan 20 orang peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Kegiatan dimulai dengan pemberian edukasi kepada peserta mengenai gejala awal, faktor risiko, dan pentingnya deteksi dini kanker serviks. Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti pemeriksaan IVA yang dilakukan langsung oleh tenaga medis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta, di mana dari 20 peserta sebelum edukasi didapatkan 40% responden memiliki pengetahuan kurang baik, 35% responden memiliki pengetahuan cukup baik, dan 25% responden memiliki pengetahuan baik. Sedangkan setelah diberikan edukasi didapatkan bahwa 40% responden memiliki pengetahuan cukup baik dan 60% responden memiliki pengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi tidak ada responden yang memiliki pengetahuan kurang baik. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kesehatan reproduksi masyarakat di wilayah tersebut. Selain itu dapat dilakukan kegiatan pemeriksaan IVA secara rutin.</p> <p>Kata Kunci : Edukasi, Kanker Serviks, IVA test, WUS</p> <p>&nbsp;</p> <p>Abstract&nbsp;</p> <p>The IVA examination is one of the early detection methods for cervical cancer. Cervical cancer is one of the most common types of cancer experienced by women in Indonesia, with the incidence rate continuing to increase. Early detection through the IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) examination is an important step in reducing the death rate from this disease. The purpose of this activity is to provide education to the public about early detection of cervical cancer through the IVA examination, as well as to increase participants' knowledge and awareness of the importance of conducting regular examinations as a preventive measure for cervical cancer. This community service activity was held on Wednesday, August 13, 2025, at the Batu Brak Community Health Center, involving 20 participants. This activity aims to increase public awareness about the importance of early detection of cervical cancer through the Visual Inspection with Acetic Acid (IVA) examination. The activity began with providing education to participants about the early symptoms, risk factors, and the importance of early detection of cervical cancer. After the education session, participants took the IVA examination carried out directly by medical personnel. The evaluation results showed a significant increase in participant knowledge. Of the 20 participants before the education, 40% had poor knowledge, 35% had fair knowledge, and 25% had good knowledge. After the education, 40% had fair knowledge and 60% had good knowledge. This indicates that no respondents had poor knowledge after the education. This activity is expected to continue to expand reach and improve reproductive health in the area. In addition, routine VIA screening can be conducted.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Keywords: Education, Cervical Cancer, VIA test, Women of Childbearing Age</p> puji rahayu dena maulianti Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 176 180 Formulasi dan Pengemasan Teh Pare (Momordica charantia L.) yang Dikombinasikan dengan Jahe (Zingiber officinale) dan Sereh (Cymbopogon citratus) sebagai Produk Herbal Berkhasiat di Desa Wonodadi Kecamatan Gadingrejo https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2184 <p>Pare (<em>Momordica charantia</em> L.) merupakan tanaman lokal yang memiliki potensi besar sebagai bahan baku produk herbal berkhasiat, namun pemanfaatannya di masyarakat masih terbatas akibat rasa pahit yang kurang disukai serta minimnya inovasi pengolahan dan pengemasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi dan pengemasan teh celup berbahan dasar pare yang dikombinasikan dengan jahe (<em>Zingiber officinale</em>) dan sereh (<em>Cymbopogon citratus</em>) sebagai produk herbal fungsional di Desa Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Kegiatan penyuluhan dan demonstrasi yang dihadiri 26 orang anggota berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan. Produk teh pare–jahe–sereh dengan rasio optimal dikemas dalam kantung teh celup untuk memperoleh nilai organoleptik yang baik, di mana rasa pahit pare tersamarkan secara efektif oleh aroma jahe dan sereh. Hasil ini membuktikan bahwa teh pare–jahe–sereh layak dikembangkan sebagai produk unggulan desa yang mampu meningkatkan nilai tambah pare, penerimaan sensoris, serta kesejahteraan petani melalui pemberdayaan kelompok tani.</p> <p>&nbsp;</p> iga mayola pisacha Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 181 184 Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Masyarakat melalui Psikoedukasi dan Aktivitas Kebersamaan Berbasis Psikologi Positif https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2179 <p>Kesejahteraan psikologis masyarakat menjadi isu penting mengingat masih terbatasnya akses layanan kesehatan mental, terutama di komunitas daerah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan psikologis melalui psikoedukasi, pelatihan regulasi emosi, serta aktivitas kebersamaan berbasis psikologi positif. Metode yang digunakan adalah <em>one-group pre–post design</em> dengan melibatkan 20–30 ibu kader puskesmas di Kabupaten Pringsewu. Intervensi terdiri atas psikoedukasi kesehatan mental, latihan relaksasi, permainan kelompok, pengenalan kekuatan diri, serta latihan syukur. Evaluasi menggunakan WHO-5 Well-Being Index dan Skala Kohesi Sosial. Hasil menunjukkan peningkatan skor WHO-5 dari 48,2 menjadi 61,7 serta peningkatan kohesi sosial dari 3,1 menjadi 3,9. Refleksi peserta mengonfirmasi munculnya pemahaman baru mengenai kesehatan mental, peningkatan emosi positif, rasa aman, serta kesadaran untuk menjaga kesehatan mental. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi psikologi positif yang dikombinasikan dengan psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan hubungan sosial antaranggota komunitas. Program semacam ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di berbagai komunitas.</p> bayu sekar larasati Larasati, M. Psi., Psikolog Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 185 189 PEMBERDAYAAN IBU HAMIL MELALUI EDUKASI ETIKA KOMUNIKASI DUA ARAH https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2176 <p>Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan ibu hamil melalui edukasi mengenai etika komunikasi dua arah antara pasien dan bidan, mengingat komunikasi efektif merupakan komponen penting dalam pelayanan antenatal dan berpengaruh langsung terhadap kemampuan ibu dalam memahami kondisi kesehatannya serta mengambil keputusan medis. Rendahnya tingkat partisipasi ibu hamil dalam menyampaikan keluhan, kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai pasien, serta budaya komunikasi yang masih bersifat satu arah menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini. Metode kegiatan mencakup penyusunan materi edukasi, koordinasi dengan mitra, koordinasi dan pelatihan tim, pre-test, penyuluhan interaktif, demonstrasi komunikasi etis, post-test, serta pembagian materi edukatif. Sebanyak 42 ibu hamil terlibat sebagai peserta dan mengikuti seluruh tahapan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan skor post-test, yaitu proporsi peserta dengan nilai tertinggi (skor baik) naik dari 12% menjadi 19% dan penurunan peserta dengan nilai terendah (skor kurang) dari 17% menjadi 5%. Secara kualitatif, peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip komunikasi empatik, hak pasien, serta pentingnya interaksi responsif dengan tenaga kesehatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi etika komunikasi dua arah efektif dalam meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri ibu hamil untuk berinteraksi secara aktif dengan bidan, yang sekaligus berpotensi meningkatkan mutu pelayanan kebidanan dan keselamatan maternal. Disarankan agar edukasi etika komunikasi dua arah diterapkan secara berkelanjutan, melibatkan bidan secara aktif, serta didukung media pembelajaran yang sederhana dan mudah dipahami. Evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan peningkatan pengetahuan ibu hamil tetap berlanjut dan berdampak pada mutu pelayanan kebidanan.</p> <p><strong>Kata&nbsp;kunci:</strong> ANC,&nbsp;Etika Komunikasi, Komunikasi Dua Arah, Pemberdayaan Ibu Hamil</p> tia putri amanda Juwita Desri Ayu Inggit Primadevi Rosiana Aulia Rachma Reni Anggraeni Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 190 197 EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI PENDUKUNG TERAPI FARMAKOLOGIS PADA PENDERITA DIABETES DI DESA WONODADI https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2197 <p>Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan pengelolaan komprehensif meliputi terapi farmakologis dan non-farmakologis. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berpotensi sebagai terapi komplementer yang ekonomis dan mudah diakses untuk mendukung pengelolaan diabetes. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo dalam memanfaatkan TOGA sebagai pendukung terapi farmakologis pada penderita diabetes. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan media presentasi dan poster, dilengkapi dengan sesi tanya jawab serta pemeriksaan gula darah gratis. Kegiatan dihadiri oleh 35 peserta yang terdiri dari penderita diabetes, keluarga penderita, dan masyarakat berisiko tinggi. Hasil pemeriksaan menunjukkan 34,3% peserta memiliki kadar gula darah di atas normal, 22,9% prediabetes, dan 42,8% normal. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor 52,4 menjadi 78,6 (peningkatan 26,2 poin). Materi edukasi mencakup pengenalan diabetes, komplikasi, pengelolaan komprehensif, jenis-jenis TOGA berkhasiat (sambiloto, kumis kucing, daun salam, kayu manis, pare), kandungan senyawa aktif, cara pengolahan, dosis yang tepat, dan pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan TOGA yang aman dan efektif sebagai terapi komplementer diabetes. Diperlukan program lanjutan berupa pendampingan budidaya TOGA, monitoring berkala, dan kerjasama dengan fasilitas kesehatan setempat untuk memastikan keberlanjutan program</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Diabetes Melitus, TOGA, Tanaman Obat, Terapi Komplementer, Edukasi Kesehatan</p> Nita Windi Nadia Rahma Sari Nadia Dwi Oktaviani Annisa Dila Febrianti Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 198 202 PENDAMPINGAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER MELALUI KOMPRES HANGAT DAN PIJAT OKSITOSIN PADA IBU POST SECTIO CAESAREA https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2206 <p><em>Mothers after cesarean section often face breastfeeding challenges due to delayed milk secretion as well as psychological conditions such as anxiety, pain, and postpartum fatigue, which may affect the oxytocin reflex. This community service activity aimed to provide complementary midwifery care assistance through the application of warm compresses and oxytocin massage to support breastfeeding and enhance maternal comfort and psychological well-being. The activity was conducted at RSUP Dr. M. Djamil Padang and involved postpartum mothers, midwives, lecturers, and family members as a support system. The methods included health education, demonstration of warm compress and oxytocin massage techniques, and direct assistance in applying the interventions. Evaluation was carried out through observation of maternal responses, participant feedback, and monitoring of the breastfeeding process. The results indicated that mothers felt more relaxed, comfortable, and confident in breastfeeding and gained a better understanding of safe and easily applicable complementary midwifery care techniques. This assistance also strengthened family involvement and created a more positive emotional environment.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Keywords<em>:</em> </strong><em>complementary midwifery care, warm compress, oxytocin massage, post-cesarean section mothers, community service</em></p> Detty Afriyanti Sukandar Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 203 207 PENYULUHAN DAMPAK DIABETES TERHADAP KESEHATAN IBU DAN JANIN SELAMA KEHAMILAN DI PUSKESMAS WAY HALIM BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025 https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2208 <p>Diabetes gestasional dalam kehamilan adalah suatu gangguan toleransi karbohidrat yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat kehamilan sedang berlangsung, ini terjadi pada saat usia kehamilan 24 minggu dan sebagian penderita akan kembali normal setelah melahirkan. Namun hampir setengah angka kejadiannya, diabetes melitus akan muncul kembali. Berdasarkan data WHO tahun 2021, prevalensi diabetes gestasional terus meningkat, sekitar 21,1 juta (16,7%) kelahiran hidup dari wanita hiperglikemia selama kehamilan. Pada Wilayah Asia Tenggara, prevalensi komparatif sebesar 28,0% dan ini termasuk persentase tertinggi di dunia (IDF Diabetes Atlas 10<sup>th</sup> Edition, 2021). Indonesia termasuk dalam peringkat ke-7 dari 10 negara di dunia yaitu sebesar 11,3% di tahun 2022 (Kementerian Kesehatan, 2021). Prevalensi hiperglikemi di kehamilan, meningkat dengan cepat seiring bertambahnya usia, dengan prevalensi tertinggi (42,3%) pada wanita berusia 45-49 tahun (IDF Diabetes Atlas 10<sup> th</sup> Edition, 2021).Pengabdian kepada masyrakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional di Puskesmas&nbsp; Wayhalim Bandar Lampung &nbsp;Jenis pengabdian kepada masyarakat adalah kualitatif menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan studi kasus . Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 10 sampel, untuk memperoleh gambaran masing- masing variabel gambaran pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasioanal. Hasil pengabdian ini diperoleh bahwa pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional di Puskesmas Wayhalim Bandar Lampung 2025</p> Siti Rohani Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 208 211 BIMBINGAN TEKNIS PETUGAS PENJAMAH MAKANAN UNTUK PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) PROVINSI LAMPUNG https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2251 <p>Prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Indonesia sebesar 8,53 persen. Kondisi ini berdampak pada situasi yang terus menerus secara rutin mengonsumsi makanan dalam jumlah yang tidak mencukupi sesuai kebutuhan. Tujuan program Makanan Bergizi Gratis memastikan asupan gizi yang memadai terutama bagi anak usia sekolah. Program Makanan Bergizi Gratis merupakan upaya memberikan manfaat jangka pendek maupun panjang bagi peningkatan kesehatan, prestasi pendidikan, serta pengurangan risiko penyakit tidak menular di masa depan. Kegiatan bimbingan teknis penjamah merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan penjamah untuk mewujudkan tercapainya pemenuhan gizi yang sesuai. Jumlah petugas penjamah makanan yang mengikuti bimbingan sebanyak 500 orang dan secara umum peserta antusias dalam mengikuti kegiatan bimbingan teknis ini.</p> Abdullah Abdullah Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 212 216 Kenali Kulitmu, Rawat dengan Benar: Gerakan Skincare Aman untuk Remaja MTs GUPPI Kresnomulyo https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2252 <p>Penggunaan <em>skincare </em>di kalangan siswa/i MTs semakin mendapat perhatian, tidak hanya sebagai sarana penunjang penampilan, tetapi juga sebagai upaya menjaga kesehatan kulit yang merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Data menunjukkan bahwa sekitar 72% wanita menggunakan produk <em>skincare </em>untuk merawat dan melindungi kesehatan kulit mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/i mengenai pentingnya perawatan kulit, meliputi cara penggunaan yang benar serta tips memilih produk <em>skincare </em>yang aman dan sesuai dengan jenis kulit. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi melalui presentasi Power Point, disertai dengan sesi diskusi dan tanya jawab guna mendorong partisipasi aktif peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa siswa/i mengikuti kegiatan dengan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif. Sebagian besar siswa/i telah memahami pentingnya <em>skincare </em>serta mampu mengenali cara memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswa/i mengenai manfaat <em>skincare </em>tergolong baik.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Remaja, <em>skincare</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <h2><em>Abstract</em></h2> <p><em>The use of </em><em>skincare </em><em>among MTs students has increasingly gained attention, not only as a means of enhancing appearance but also as an effort to maintain skin health, which is an essential part of overall health. Data show that approximately 72% of women use skincare products to care for and protect their skin health. This activity aimed to improve students’ understanding of the importance of skin care, including proper usage methods and tips for selecting safe skincare products suitable for different skin types. The method employed in this activity was the delivery of educational materials through PowerPoint presentations, accompanied by discussion and question-and-answer sessions to encourage active participant involvement. The results indicated that students demonstrated high enthusiasm and active engagement throughout the activity. Most students understood the importance of skincare and were able to identify appropriate products according to their skin needs. Based on these findings, it can be concluded that the students’ level of knowledge regarding the benefits of skincare is generally good.</em></p> <p><strong>Keywords:</strong> Teenagers, skincare</p> Diah Kartika Putri Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 217 221 SKRINING KESEHATAN BAGI CATIN DENGAN PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi/article/view/2122 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Skrining kesehatan calon pengantin merupakan upaya penting untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan mencegah penularan penyakit menular, khususnya HIV, Sifilis, dan Hepatitis B, dari orang tua ke anak. Pemeriksaan yang dikenal dengan istilah triple eliminasi ini menjadi bagian dari program nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Melalui kegiatan skrining yang disertai dengan konseling, diharapkan calon pengantin memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya deteksi &nbsp;dini, &nbsp;serta &nbsp;kesiapan dalam &nbsp;membangun rumah &nbsp;tangga&nbsp; yang &nbsp;sehat.Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur, meliputi registrasi peserta, pemberian komunikasi, informasi, dan &nbsp;edukasi &nbsp;(KIE), &nbsp;konseling, pelaksanaan pemeriksaan &nbsp;laboratorium,&nbsp; serta edukasi lanjutan mengenai pencegahan penyakit menular dan perencanaan kehamilan sehat. Selama kegiatan berlangsung, calon pengantin mendapatkan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, serta &nbsp;menerima informasi secara&nbsp; langsung dari &nbsp;tenaga&nbsp; kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Fajar Bulan, dilaksanakan pada 3 September 2025. Sebanyak 10 pasang calon pengatin (catin) mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan, berkurangnya rasa takut dan stigma terhadap pemeriksaan, serta adanya kesadaran baru tentang pentingnya menjaga kesehatan sebelum memasuki pernikahan.Dengan demikian, kegiatan skrining dan konseling calon pengantin ini bukan hanya bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap upaya pencegahan penularan penyakit menular serta mendukung keberhasilan program nasional triple eliminasi.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kat</strong><strong>a Kunci : Skrining pernikahan Catin, Triple Eliminasi</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>A</em></strong><strong><em>b</em></strong><strong><em>s</em></strong><strong><em>tract </em></strong><em>.</em></p> <p><em>Health screening for prospective brides and grooms is an essential effort to establish a healthy family and prevent the transmission of communicable diseases, particularly HIV, Syphilis, and Hepatitis B, from parents to children. This examination, known as triple elimination, forms part of the national program initiated by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Through structured screening activities accompanied by &nbsp;counseling, prospective couples&nbsp; are &nbsp;expected &nbsp;to &nbsp;gain &nbsp;a &nbsp;better understanding of reproductive health, the importance of early detection, and preparedness in building a healthy household. The program was conducted in a structured manner, comprising participant registration, delivery of communication, information, and education (CIE), counseling sessions, laboratory examinations, as</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>w</em><em>ell as follow-up education regarding disease prevention and healthy pregnancy planning. During the activity, participants had the opportunity to ask questions, engage in discussion, and directly receive information from health professionals. The community service activity at Fajar Bulan Public Health Center was carried out in August 2025, involving ten pairs of prospective couples. The results indicated an increase in participants' knowledge, a reduction in fear and stigma toward the examination, and heightened awareness of the importance of maintaining health prior to marriage. Thus, the premarital screening and counseling program not only enhanced participants' knowledge and awareness but also made a tangible contribution to preventing communicable disease transmission and supporting the success of the national triple elimination program.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><em>K</em><em>eywords: Premarital Health Screening for Prospective Couples, Triple Elimination</em></p> <p>&nbsp;</p> Dr. Ani Kristianingsih, S.ST., M.kes Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) 2025-12-31 2025-12-31 7 3 222 228