Narrative Review: Perspektif Multidimensi Farmasi Sosial Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat: Analisis Komprehensif Perilaku, Akses, Komunikasi, Dan Budaya Penggunaan Obat
Keywords:
Farmasi Sosial, Perilaku Kesehatan, Akses Pelayanan, Komunikasi Kefarmasian, Budaya Pengobatan.Abstract
Farmasi sosial merupakan disiplin ilmu interdisipliner yang mengkaji interaksi antara obat dan masyarakat dengan fokus pada aspek psikologis, sosiologis, dan sistemik dalam pelayanan kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis temuan dari sepuluh artikel penelitian terpilih yang mencakup lima tema utama: perilaku penggunaan obat, akses terhadap pelayanan kefarmasian, komunikasi farmasis-pasien, budaya dalam penggunaan obat, serta persepsi masyarakat terhadap kesehatan dan pengobatan. Melalui tinjauan literatur yang mendalam, ditemukan bahwa akses geografis di wilayah perkotaan jauh lebih unggul dibandingkan wilayah pedesaan, meskipun inovasi telefarmasi mulai menjembatani kesenjangan tersebut. Perilaku penggunaan obat, seperti penggunaan antibiotik pada anak dan swamedikasi penyakit ringan, sering kali dipengaruhi oleh faktor selain pendidikan formal, termasuk pengalaman pribadi dan tekanan sosial. Keterampilan komunikasi apoteker terbukti menjadi mediator krusial dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pasien, sementara faktor budaya dan tradisi turun-temurun tetap menjadi pendorong utama dalam penggunaan obat herbal dan tanaman obat keluarga. Integrasi teori perilaku kesehatan seperti Health Belief Model (HBM) dan Andersen Behavioral Model memberikan kerangka kerja yang kuat untuk memahami kompleksitas tantangan pelayanan kefarmasian di era digital 2025. Hasil analisis ini memberikan rekomendasi strategis bagi praktisi dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan peran apoteker dalam sistem kesehatan masyarakat melalui edukasi yang tepat sasaran, pemerataan akses, dan peningkatan kualitas interaksi profesional.



