Narrative Review: Analisis Sintesis Isu Farmasi Sosial Dalam Perilaku Penggunaan Obat Dan Komunikasi Farmasis-Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian
Keywords:
Farmasi sosial, perilaku penggunaan obat, pelayanan kefarmasian, komunikasi farmasis– pasien, budaya kesehatanAbstract
Farmasi sosial mempelajari interaksi obat, manusia, dan juga sistem kesehatan. Penelitian ini mensintesis sepuluh artikel ilmiah yang menyoroti berbagai isu farmasi sosial dalam praktik kefarmasian termasuk perilaku pengggunaan obat, akses pelayananan kefarmasian, komunikasi antara pasien-farmasis, budaya pengobatan tradisional, dan persepsi masyarakat terhadap kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur integratif terhadap sepuluh jurnal yang telah direview sebelumnya. Hasil menunjukkan bahwa intervensi melalui brief counseling dan pemanfaatan telefarmasi secara signifikan meningkatkan kepatuhan pasien, meskipun faktor budaya penggunaan obat tradisional masih mendominasi persepsi masyarakat. Perilaku penggunaan obat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan norma sosial. Akses pelayanan kefarmasian masih menghadapi hambatan geografis, ekonomi, dan informasi. Komunikasi farmasis–pasien berperan penting dalam kepatuhan dan penggunaan obat rasional, budaya, dan kepercayaan lokal memengaruhi pilihan pengobatan, serta persepsi masyarakat terhadap kesehatan menentukan keputusan dalam mencari pengobatan. Kesimpulan integrasi konsep Farmasi Sosial penting untuk meningkatkan penggunaan obat rasional dan kualitas pelayanan kefarmasian. Rekomendasi diarahkan pada penguatan peran farmasis dalam edukasi, peningkatan akses, dan pendekatan budaya dalam pelayanan.



