Narrative Review: Transformasi Pelayanan Kefarmasian Dalam Perspektif Farmasi Sosial: Analisis Kebijakan, Perilaku Masyarakat, Dan Integrasi Pelayanan Primer
Keywords:
Farmasi Sosial, Pelayanan Primer, Perilaku Penggunaan Obat, Antibiotik, Telefarmasi.Abstract
Pergeseran paradigma dalam dunia kefarmasian dari orientasi produk (product-oriented) menuju orientasi pasien (patient-centered care) menuntut pemahaman yang lebih mendalam mengenai aspek sosial dan perilaku dalam penggunaan obat. Laporan ini bertujuan untuk menganalisis isu-isu strategis dalam Farmasi Sosial di Indonesia melalui tinjauan komprehensif terhadap sepuluh artikel ilmiah pilihan. Isu-isu utama yang dikaji meliputi kebijakan integrasi apotek dalam pelayanan kesehatan primer, perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep, efektivitas edukasi pasien, serta tantangan implementasi telefarmasi. Metode yang digunakan adalah analisis naratif dan sintesis tematik terhadap hasil review jurnal yang mencakup data nasional dan internasional. Hasil analisis menunjukkan adanya hambatan signifikan pada tingkat makro (regulasi dan pembiayaan), meso (budaya organisasi dan kolaborasi interprofesional), dan mikro (beban kerja dan kompetensi apoteker). Selain itu, terdapat kesenjangan yang lebar antara pengetahuan masyarakat dengan tindakan nyata, terutama dalam penggunaan antibiotik, di mana 41,0% masyarakat masih memperoleh antibiotik tanpa resep dokter. Teori Health Belief Model dan kerangka Lawrence Green digunakan untuk membedah determinan perilaku tersebut. Kesimpulan dari laporan ini menekankan perlunya reformasi pendidikan farmasi, penguatan regulasi digital, dan sinkronisasi kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mengoptimalkan peran apoteker sebagai agen perubahan sosial dalam mewujudkan penggunaan obat yang rasional.



