UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) DAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans
Keywords:
Antifungsi, Candida albicans, Daun Mangga, Daun Sirih, Ekstrak EtanolAbstract
Infeksi Candida albicans merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat dan dapat menimbulkan penyakit kandidiasis. Penggunaan obat antifungi sintetis seperti golongan azole sering menimbulkan efek samping dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan dari bahan alam. Daun mangga (Mangifera indica L.) dan daun sirih (Piper betle L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, serta eugenol yang berpotensi sebagai agen antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi kombinasi ekstrak etanol daun mangga dan daun sirih terhadap pertumbuhan Candida albicans, serta menentukan konsentrasi kombinasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat variasi konsentrasi kombinasi ekstrak P1 20%:20%, P2 20%:40%, P3 40%;20%, dan P4 40%:40% serta kontrol positif (ketokonazol) dan kontrol negatif. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram dan diulang enam kali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans dengan kategori sedang hingga kuat. Konsentrasi kombinasi 40%:40% menghasilkan zona hambat terbesar, sedangkan konsentrasi 20%:20% menunjukkan zona hambat terkecil. Analisis statistik ANOVA menunjukkan perbedaan rata-rata signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05), dan uji lanjut Tukey membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar daya hambat yang dihasilkan.



