UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans
Keywords:
Annona muricata L, Antifungi, Candida albicans, Piper betle LAbstract
Candida albicans merupakan jamur patogen oportunistik penyebab utama kandidiasis oral dan vulvovaginal. Meningkatnya resistensi terhadap antijamur sintetik golongan azol menjadi masalah serius dalam kesehatan, sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis herbal dengan efek samping lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antifungi kombinasi ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dan daun sirih (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan model penelitian di laboratorium eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman menggunakan sistem klasifikasi Cronquist (1981) untuk memastikan keaslian spesies, pembuatan simplisia dan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid yang berperan sebagai antifungi. Identifikasi Candida albicans dilakukan dengan pewarnaan Crystal Violet pada mikroskop perbesaran 100x, memperlihatkan sel oval berwarna ungu tua khas jamur ragi. Aktivitas antifungi diuji dengan metode difusi cakram pada konsentrasi kombinasi 30% dan 60%. Hasil menunjukkan zona hambat tertinggi pada kombinasi 60%:60% dengan rata-rata 14,22 ± 0.06 mm. Uji ANOVA satu arah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Uji lanjut Post Hoc Tukey HSD KN (0 mm) < KP (7,96 mm) < P1 (8,99 mm) < P2 (9,83 mm) < P3 (13,57 mm) < P4 (14,22mm). Kesimpulan kombinasi ekstrak daun sirsak dan sirih memiliki aktivitas antifungi signifikan terhadap Candida albicans dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi herbal antijamur.



