Narrative Review: Pengaruh Perbedaan Penggunaan Pelarut N-Heksan, Etil Asetat, Akuades, Etanol 96%, dan Aseton pada Ekstrak Daun Kelor sebagai Antioksidan Alami
Keywords:
Kata kunci: Moringa oleifera, pelarut ekstraksi, antioksidan, flavonoid, fenolikAbstract
Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan salah satu tanaman yang banyak diteliti karena memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid, dan vitamin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Efektivitas aktivitas antioksidan ekstrak tanaman sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi, terutama jenis pelarut yang digunakan karena setiap pelarut memiliki tingkat polaritas berbeda dalam menarik senyawa bioaktif. Narrative review ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pelarut n-heksan, etil asetat, akuades, etanol 96%, dan aseton terhadap kandungan senyawa aktif serta aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan narrative review melalui penelusuran literatur ilmiah periode 2018–2025 menggunakan beberapa database penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelarut polar seperti etanol dan akuades lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa fenolik dan flavonoid yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, sedangkan pelarut semi polar seperti etil asetat mampu menarik flavonoid tertentu dengan aktivitas antioksidan tinggi. Pelarut nonpolar seperti n-heksan lebih banyak mengekstraksi senyawa lipofilik sehingga aktivitas antioksidannya cenderung lebih rendah dibandingkan pelarut polar. Perbedaan polaritas pelarut memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai IC50 dan kadar senyawa aktif ekstrak daun kelor.



