https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/issue/feed Jurnal Farmasi Aisyah 2026-02-07T03:07:38+00:00 Tahta Herdian Andika [email protected] Open Journal Systems <p><strong>E-ISSN:xxxx-xxxx</strong></p> <p><strong>P-ISSN:xxxx-xxxx</strong></p> <p><strong>Jurnal Farmasi Aisyah</strong> is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science. These journal is registered by and published 2 (twice) times a year (May and November). The journal had been established in 2019, online publication was begun in 2019 with Open Journal System (OJS) and it’s has been indexed by various indexing system such as <a title="Google Scholar" href="https://scholar.google.co.id/citations?hl=id&amp;user=AXg6BFYAAAAJ&amp;view_op=list_works&amp;sortby=pubdate" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> (GS), <a title="SINTA" href="http://sinta2.ristekdikti.go.id/journals/detail?id=237" target="_blank" rel="noopener">Science and Technology Index</a> (SINTA), <a title="Crossref" href="https://search.crossref.org/?q=+2579-910X" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a>, <a title="BASE" href="https://www.base-search.net/Search/Results?lookfor=1693-3591" target="_blank" rel="noopener">Bielefeld Academic Search Engine</a> (BASE), <a title="ROAD" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2579-910X#" target="_blank" rel="noopener">ROAD: the Directory of Open Access scholarly Resources</a>, <a title="GARUDA" href="http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/13695" target="_blank" rel="noopener">Garba Rujukan Digital</a> (GARUDA), <a title="IOS" href="http://onesearch.id/Search/Results?filter[]=repoId:IOS2365" target="_blank" rel="noopener">Indonesia One Search</a> (IOS), <a title="OCLC" href="https://www.worldcat.org/search?q=PHARMACY%3A+Jurnal+Farmasi+Indonesia&amp;fq=yr%3A2018&amp;dblist=638&amp;se=yr&amp;sd=asc&amp;start=1&amp;qt=back2results&amp;cookie" target="_blank" rel="noopener">WorldCat libraries</a>, <a title="Pharmacy" href="https://www.pharmacy.org/" target="_blank" rel="noopener">Virtual Library: Pharmacy</a> etc.</p> <p><strong>Jurnal Farmasi Aisyah</strong> receives manuscripts in both English and Indonesian Language (Bahasa Indonesia) with abstracts in bilingual, both Indonesian and English. We’re open for various fields such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.</p> <p>Indexed by :</p> <p> <img src="https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/management/settings/context//public/site/images/admin/crossref_logo.png" width="121" height="45" /> <img src="https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/management/settings/context//public/site/images/admin/doaj_logo.png" width="108" height="40" /> <img src="https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/management/settings/context//public/site/images/admin/garuda.png" /></p> https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2377 Narrative Review: Perspektif Multidimensi Farmasi Sosial Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat: Analisis Komprehensif Perilaku, Akses, Komunikasi, Dan Budaya Penggunaan Obat 2026-02-06T03:46:58+00:00 Diah Kartika Putri [email protected] Fitri Rahayu [email protected] Sutra Gustianingrum [email protected] <p>Farmasi sosial merupakan disiplin ilmu interdisipliner yang mengkaji interaksi antara obat dan masyarakat dengan fokus pada aspek psikologis, sosiologis, dan sistemik dalam pelayanan kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis temuan dari sepuluh artikel penelitian terpilih yang mencakup lima tema utama: perilaku penggunaan obat, akses terhadap pelayanan kefarmasian, komunikasi farmasis-pasien, budaya dalam penggunaan obat, serta persepsi masyarakat terhadap kesehatan dan pengobatan. Melalui tinjauan literatur yang mendalam, ditemukan bahwa akses geografis di wilayah perkotaan jauh lebih unggul dibandingkan wilayah pedesaan, meskipun inovasi telefarmasi mulai menjembatani kesenjangan tersebut. Perilaku penggunaan obat, seperti penggunaan antibiotik pada anak dan swamedikasi penyakit ringan, sering kali dipengaruhi oleh faktor selain pendidikan formal, termasuk pengalaman pribadi dan tekanan sosial. Keterampilan komunikasi apoteker terbukti menjadi mediator krusial dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pasien, sementara faktor budaya dan tradisi turun-temurun tetap menjadi pendorong utama dalam penggunaan obat herbal dan tanaman obat keluarga. Integrasi teori perilaku kesehatan seperti <em>Health Belief Model</em> (HBM) dan <em>Andersen Behavioral Model</em> memberikan kerangka kerja yang kuat untuk memahami kompleksitas tantangan pelayanan kefarmasian di era digital 2025. Hasil analisis ini memberikan rekomendasi strategis bagi praktisi dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan peran apoteker dalam sistem kesehatan masyarakat melalui edukasi yang tepat sasaran, pemerataan akses, dan peningkatan kualitas interaksi profesional.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2378 Narrative Review: Analisis Sintesis Isu Farmasi Sosial Dalam Perilaku Penggunaan Obat Dan Komunikasi Farmasis-Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian 2026-02-06T03:58:30+00:00 Intan Putri Anjani [email protected] Diah Kartika Putri [email protected] Merly Eka Putri [email protected] <p>Farmasi sosial mempelajari interaksi obat, manusia, dan juga sistem kesehatan. Penelitian ini mensintesis sepuluh artikel ilmiah yang menyoroti berbagai isu farmasi sosial dalam praktik kefarmasian termasuk perilaku pengggunaan obat, akses pelayananan kefarmasian, komunikasi antara pasien-farmasis, budaya pengobatan tradisional, dan persepsi masyarakat terhadap kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur integratif terhadap sepuluh jurnal yang telah direview sebelumnya. Hasil menunjukkan bahwa intervensi melalui <em>brief counseling </em>dan pemanfaatan telefarmasi secara signifikan meningkatkan kepatuhan pasien, meskipun faktor budaya penggunaan obat tradisional masih mendominasi persepsi masyarakat. Perilaku penggunaan obat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan norma sosial. Akses pelayanan kefarmasian masih menghadapi hambatan geografis, ekonomi, dan informasi. Komunikasi farmasis–pasien berperan penting dalam kepatuhan dan penggunaan obat rasional, budaya, dan kepercayaan lokal memengaruhi pilihan pengobatan, serta persepsi masyarakat terhadap kesehatan menentukan keputusan dalam mencari pengobatan. Kesimpulan integrasi konsep Farmasi Sosial penting untuk meningkatkan penggunaan obat rasional dan kualitas pelayanan kefarmasian. Rekomendasi diarahkan pada penguatan peran farmasis dalam edukasi, peningkatan akses, dan pendekatan budaya dalam pelayanan.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2379 Narrative Review: Transformasi Pelayanan Kefarmasian Dalam Perspektif Farmasi Sosial: Analisis Kebijakan, Perilaku Masyarakat, Dan Integrasi Pelayanan Primer 2026-02-06T04:04:03+00:00 Diah Kartika Putri [email protected] Salsabila Jelita [email protected] Debi Istikomah [email protected] <p>Pergeseran paradigma dalam dunia kefarmasian dari orientasi produk (<em>product-oriented</em>) menuju orientasi pasien (<em>patient-centered care</em>) menuntut pemahaman yang lebih mendalam mengenai aspek sosial dan perilaku dalam penggunaan obat. Laporan ini bertujuan untuk menganalisis isu-isu strategis dalam Farmasi Sosial di Indonesia melalui tinjauan komprehensif terhadap sepuluh artikel ilmiah pilihan. Isu-isu utama yang dikaji meliputi kebijakan integrasi apotek dalam pelayanan kesehatan primer, perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep, efektivitas edukasi pasien, serta tantangan implementasi telefarmasi. Metode yang digunakan adalah analisis naratif dan sintesis tematik terhadap hasil review jurnal yang mencakup data nasional dan internasional. Hasil analisis menunjukkan adanya hambatan signifikan pada tingkat makro (regulasi dan pembiayaan), meso (budaya organisasi dan kolaborasi interprofesional), dan mikro (beban kerja dan kompetensi apoteker). Selain itu, terdapat kesenjangan yang lebar antara pengetahuan masyarakat dengan tindakan nyata, terutama dalam penggunaan antibiotik, di mana 41,0% masyarakat masih memperoleh antibiotik tanpa resep dokter. Teori <em>Health Belief Model </em>dan kerangka Lawrence Green digunakan untuk membedah determinan perilaku tersebut. Kesimpulan dari laporan ini menekankan perlunya reformasi pendidikan farmasi, penguatan regulasi digital, dan sinkronisasi kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mengoptimalkan peran apoteker sebagai agen perubahan sosial dalam mewujudkan penggunaan obat yang rasional.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2385 ANALISIS ZAT PEWARNA RHODAMIN B PADA LIPSTIK YANG BEREDAR DI SEKITARAN PASAR KALIREJO DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS 2026-02-07T02:25:12+00:00 Vicko Suswidiantoro [email protected] Riza Dwiningrum [email protected] Iga Mayola Pisacha [email protected] <p>Rhodamin B merupakan suatu bahan pewarna sintetis yang biasa ditemui penggunaannya dalam lingkup industri tekstil dan juga percetakan. Namun penggunaan zat pewarna tekstil seperti ini tidak terlepas dari penggunaannya dalam produk lain seperti kosmetik yang tentu saja berbahaya jika digunakan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zat warna Rhodamin B yang terdapat dalam produk kosmetik lipstik yang tersebar di sekitar pasar Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini mengambil sebanyak 6 (enam) sampel lipstik dengan merek berbeda yang dijual di sekitar pasar Kalirejo. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis dan analisis kuantitatif dengan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian didapatkan 5 (lima) dari total 6 (enam) sampel mengandung zat pewarna sintetik Rhodamin B dengan kode Lipstik (Lip)1; Lipstik (Lip)3; Lipstik (Lip)4; Lipstik (Lip)5 dan Lipstik (Lip)6 memiliki kadar secara berurutan sebesar 0,9159%; 0,9592%; 1,0476%; 1,3298% dan 0,4857%.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2386 Nanoenkapsulasi β-Sitosterol dengan Kombinasi Agen Enkapsulasi: Systematic Literature Review 2026-02-07T02:27:58+00:00 Rizqika Bastian Tomi [email protected] Eva Nursoleha [email protected] Annisa Dila Febriyanti [email protected] <p>Beta-sitosterol (β-Sit) adalah fitosterol tanaman paling melimpah yang didistribusikan dalam berbagai spesies tanaman. dengan tawaran berbagai manfaat kesehatan—dan yang paling penting, aktivitas penghambatannya terhadap sejumlah kanker. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan teknik nanoenkapsulasi beta-sitosterol dengan kombinasi beberapa bahan pengenkapsulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan obat dengan sistem nanoenkapsul menggunakan nanoliposom ataupun SPION-PEG-PNIPAM merupakan hal yang menjanjikan, akan tetapi perlu dipertimbangkan terkait ketidakstabilan fisik dan kimia yang akan terjadi, sehingga ilmu terkait nanoenkapsulasi harus dipelajari kembali secara mendalam.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2387 Narrative Review: Analisis Senyawa Antosianin pada Ekstrak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai Antioksidan 2026-02-07T02:30:29+00:00 Annajim Daskar [email protected] Rizqika Bastian Tomi [email protected] Sulistia Suryaman [email protected] <p>Bunga rosella (<em>Hibiscus sabdariffa</em> L.) merupakan sumber antosianin alami yang melimpah, terutama delphinidin-3-sambubioside dan cyanidin-3-sambubioside, yang memiliki aktivitas antioksidan kuat. <em>Narrative review</em> ini menyintesis 15 penelitian terpilih (2002–2025) untuk menganalisis komposisi antosianin pada ekstrak kelopak rosella serta kapasitasnya sebagai penangkal radikal bebas melalui metode DPPH, ABTS, FRAP, dan ORAC. Hasil menunjukkan ekstrak rosella memiliki aktivitas antioksidan tinggi (IC<sub>50</sub> 0,5-5mg/mL), dengan kontribusi antosianin mencapai 50–70% dari total kapasitas antioksidan. Optimasi ekstraksi menggunakan etanol-air (30–60%), suhu 50–60°C, dan teknik mikroenkapsulasi meningkatkan <em>yield</em>, stabilitas, serta bioaksesibilitas secara signifikan. Meskipun bukti <em>in vitro</em> dan <em>in vivo</em> pada hewan sangat mendukung, bioavailabilitas antosianin pada manusia masih rendah (&lt;1%), sehingga diperlukan formulasi <em>delivery</em> baru dan uji klinis lanjutan. Rosella berpotensi besar sebagai pewarna alami, nutrasetikal, dan suplemen antioksidan yang ekonomis serta berkelanjutan, khususnya di wilayah tropis.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2388 Uji Aktivitas Antimikroba Dadih Susu Kerbau Terhadap Escherichia coli, Stapyhlococcus aureus, dan Salmonella typhi 2026-02-07T02:33:15+00:00 Diah Kartika Putri [email protected] Iga Mayola Pisacha [email protected] Wina Safutri [email protected] <p>Penyakit infeksi saluran cerna menjadi salah satu penyebab utama penyakit di negara berkembang seperti Indonesia, sering disebabkan bakteri seperti <em>Escherichia coli</em>, <em>Staphylococcus aureus</em>, dan <em>Salmonella typhi</em>. Pengobatan non-farmakologi menggunakan minuman probiotik, salah satunya dadih susu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dadih susu yang menghambat pertumbuhan ketiga bakteri tersebut. Dadih susu kerbau yang digunakan memiliki aroma campuran bambu dan susu, berwarna putih, cita rasa asam, serta tekstur kental. Metode penelitian kuantitatif dengan eksperimen laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan dadih susu kerbau tidak menghasilkan zona hambat terhadap <em>Escherichia coli</em> dan <em>Staphylococcus aureus</em>, namun memiliki zona hambat sebesar 2,90 ± 0,47 mm terhadap Salmonella typhi. Kontrol positif menunjukkan zona hambat terhadap <em>Staphylococcus aureus</em> sebesar 13,97 ± 1,80 mm dan terhadap <em>Salmonella typhi</em> sebesar 927 ± 0,65 mm. Kesimpulannya, dadih susu kerbau tidak efektif terhadap <em>Escherichia coli</em> dan <em>Staphylococcus aureus</em>, namun menunjukkan efek lemah terhadap <em>Salmonella typhi</em>. Kontrol positif tidak berpengaruh terhadap <em>Escherichia coli</em>, tetapi memiliki efek kuat terhadap <em>Staphylococcus aureus</em> dan kategori sedang terhadap <em>Salmonella typhi</em>.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2389 NARRATIVE RIVIEW: AKTIVITAS BIOLOGIS DAN FITOKIMIA RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var.rubrum) 2026-02-07T02:35:31+00:00 Nita Windi Lestari [email protected] Nadia Dwi Oktaviani [email protected] Nadia Rahma Sari [email protected] <p>Jahe meruapakan keluarga <em>Zingiberaceae </em>yang telah digunakan sebagai obat tradisional. Jahe merah sudah terkenal sebagai alternatif untuk pengobatan alami dalam bidang medis. Review ini bertujuan untuk memberikan data untuk meletakan dasar untuk studi lebih lanjut dan pengenmbangan. Data dicari berdasrkan jurnal secara online, yang kemudian jurnal dievaluasi dan dikrining. Jurnal yang digunakan rata-rata jurnal internasional yang didapat melalui situs Google Scholar, Web Of Science, Scopus, Elsevier dan sebagainya. Setelah melakukan review penulis menarik kesimpulan bahwa rimpang jahe merah memiliki berbagai komposisi senyawa kimia yang mengandung sekitar 169 konsituten. Diantara senyawa-senyawa tersebut, senyawa vaniloid yang memiliki konsentrasi lebih tinggi dalam jahe merah dibandingkan jahe biasa. Vanilloid berkontribusi terhadap rasa pedas pada jahe merah, yang paling melimpah yaitu 6-gingerol dan 6-shogaol. Rimpang jahe merah dari senyawa tersebut memiliki banyak aktivitas biologis seperti antidiabetes, antiinflamasi, antikanker, antitumor, dan antilipidemia.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2390 FORMULASI LIP BALM KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus plyrhizum) DAN UMBI BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI PELEMBAB DAN PEWARNA ALAMI 2026-02-07T02:37:43+00:00 Wina Safutri [email protected] Diah Kartika Putri [email protected] Mida Pratiwi [email protected] <p>Bibir merupakan bagian kulit wajah yang sensitif sehingga rentan mengalami kekeringan, pecah-pecah dan perubahan warna akibat paparan sinar matahari, polusi serta kekurangan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevalusi lip balm kombinasi ekstrak kulit buah naga merah (<em>Hylocereus plyrhizum</em>) dan umbi bit (<em>Beta vulgaris</em> L.) sebagai pelembab dan pewarna alami. Metode penelitian meliputi ekstraksi bahan aktif, skrining fitokimia, formulasi lip balm dengan lima variasi konsentrasi ekstrak, serta evaluasi mutu fisik yang mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, daya proteksi, uji kelembaban, uji pewarna alami dan uji hedonik. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji ANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan steroid/terpenoid. Evaluasi mutu fisik menunjukkan bahwa kelima formula memenuhi persyaratan sediaan lip balm yang baik. Berdasarkan keseluruhan hasil, F1 dinyatakan sebagai formula terbaik karena dapat dikategorikan sebagai formula paling baik, aman dan layak digunakan sebagai lip balm.&nbsp; Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan umbi bit dapat diformulasikan menjadi lip balm, sehingga berpotensi menjadi alternatif kosmetik alami yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2391 HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN DENGAN KEBERHASILAN KESEMBUHAN PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PRINGSEWU 2026-02-07T02:39:45+00:00 Wina Safutri [email protected] Mida Pratiwi [email protected] Annajim Daskar [email protected] <p>Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat menyebar melalui perantara udara. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan keberhasilan kesembuhan pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pringsewu. Penelitian ini termasuk analisis kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur tingkat kepatuhan pengobatan pasien dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 dan untuk mengukur keberhasilan kesembuhan pasien dengan cara melihat hasil pemeriksaan tes&nbsp; BTA. Berdasarkan hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat 16 pasien tuberkulosis (70%) yang tercatat patuh dalam mengikuti aturan minum obat dan tercatat sembuh, sedangkan 7 pasien lainnya (30%) diketahui tidak patuh terhadap ketentuan tersebut dan tercatat tidak sembuh setelah pengobatan.&nbsp; Kesimpulan penelitian ini yaitu, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan keberhasilan kesembuhan pasien tuberkulosis di Puskesmas Pringsewu, hasil uji chi square menunjukkan nilai (p=0.000) menunjukkan bahwa terdapat hubungan dan r=0.000 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara tingkat kepatuhan dengan keberhasilan kesembuhan pasien.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah