Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA
<p><strong>E-ISSN:xxxx-xxxx</strong></p> <p><strong>P-ISSN:xxxx-xxxx</strong></p> <p><strong>Jurnal Farmasi Aisyah</strong> is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science. These journal is registered by and published 2 (twice) times a year (May and November). The journal had been established in 2019, online publication was begun in 2019 with Open Journal System (OJS) and it’s has been indexed by various indexing system such as <a title="Google Scholar" href="https://scholar.google.co.id/citations?hl=id&user=AXg6BFYAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> (GS), <a title="SINTA" href="http://sinta2.ristekdikti.go.id/journals/detail?id=237" target="_blank" rel="noopener">Science and Technology Index</a> (SINTA), <a title="Crossref" href="https://search.crossref.org/?q=+2579-910X" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a>, <a title="BASE" href="https://www.base-search.net/Search/Results?lookfor=1693-3591" target="_blank" rel="noopener">Bielefeld Academic Search Engine</a> (BASE), <a title="ROAD" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2579-910X#" target="_blank" rel="noopener">ROAD: the Directory of Open Access scholarly Resources</a>, <a title="GARUDA" href="http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/13695" target="_blank" rel="noopener">Garba Rujukan Digital</a> (GARUDA), <a title="IOS" href="http://onesearch.id/Search/Results?filter[]=repoId:IOS2365" target="_blank" rel="noopener">Indonesia One Search</a> (IOS), <a title="OCLC" href="https://www.worldcat.org/search?q=PHARMACY%3A+Jurnal+Farmasi+Indonesia&fq=yr%3A2018&dblist=638&se=yr&sd=asc&start=1&qt=back2results&cookie" target="_blank" rel="noopener">WorldCat libraries</a>, <a title="Pharmacy" href="https://www.pharmacy.org/" target="_blank" rel="noopener">Virtual Library: Pharmacy</a> etc.</p> <p><strong>Jurnal Farmasi Aisyah</strong> receives manuscripts in both English and Indonesian Language (Bahasa Indonesia) with abstracts in bilingual, both Indonesian and English. We’re open for various fields such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.</p> <p>Indexed by :</p> <p> <img src="https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/management/settings/context//public/site/images/admin/crossref_logo.png" width="121" height="45" /> <img src="https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/management/settings/context//public/site/images/admin/doaj_logo.png" width="108" height="40" /> <img src="https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/management/settings/context//public/site/images/admin/garuda.png" /></p>en-US[email protected] (Tahta Herdian Andika)[email protected] (Tahta Herdian Andika)Mon, 10 Aug 2026 03:04:23 +0000OJS 3.2.1.5http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) DAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2462
<p>Infeksi <em>Candida albicans</em> merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat dan dapat menimbulkan penyakit kandidiasis. Penggunaan obat antifungi sintetis seperti golongan azole sering menimbulkan efek samping dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan dari bahan alam. Daun mangga (<em>Mangifera indica </em>L<em>.</em>) dan daun sirih (<em>Piper </em>betle L<em>.</em>) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, serta eugenol yang berpotensi sebagai agen antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi kombinasi ekstrak etanol daun mangga dan daun sirih terhadap pertumbuhan <em>Candida albicans</em>, serta menentukan konsentrasi kombinasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat variasi konsentrasi kombinasi ekstrak P1 20%:20%, P2 20%:40%, P3 40%;20%, dan P4 40%:40% serta kontrol positif (ketokonazol) dan kontrol negatif. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram dan diulang enam kali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan <em>Candida albicans</em> dengan kategori sedang hingga kuat. Konsentrasi kombinasi 40%:40% menghasilkan zona hambat terbesar, sedangkan konsentrasi 20%:20% menunjukkan zona hambat terkecil. Analisis statistik ANOVA menunjukkan perbedaan rata-rata signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05), dan uji lanjut Tukey membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar daya hambat yang dihasilkan.</p>Wina Safutri, Nita Windi Lestari, Nita Windi Lestari, Vicko Suswidiantoro, Sinta Zahrani
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2462Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2463
<p><em>Candida albicans</em> merupakan jamur patogen oportunistik penyebab utama kandidiasis oral dan vulvovaginal. Meningkatnya resistensi terhadap antijamur sintetik golongan azol menjadi masalah serius dalam kesehatan, sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis herbal dengan efek samping lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antifungi kombinasi ekstrak daun sirsak (<em>Annona muricata</em> L.) dan daun sirih (<em>Piper betle</em> L.) terhadap pertumbuhan <em>Candida albicans</em>. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan model penelitian di laboratorium eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman menggunakan sistem klasifikasi Cronquist (1981) untuk memastikan keaslian spesies, pembuatan simplisia dan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid yang berperan sebagai antifungi. Identifikasi <em>Candida albicans</em> dilakukan dengan pewarnaan Crystal Violet pada mikroskop perbesaran 100x, memperlihatkan sel oval berwarna ungu tua khas jamur ragi. Aktivitas antifungi diuji dengan metode difusi cakram pada konsentrasi kombinasi 30% dan 60%. Hasil menunjukkan zona hambat tertinggi pada kombinasi 60%:60% dengan rata-rata 14,22 ± 0.06 mm. Uji ANOVA satu arah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Uji lanjut Post Hoc Tukey HSD KN (0 mm) < KP (7,96 mm) < P1 (8,99 mm) < P2 (9,83 mm) < P3 (13,57 mm) < P4 (14,22mm). Kesimpulan kombinasi ekstrak daun sirsak dan sirih memiliki aktivitas antifungi signifikan terhadap <em>Candida albicans</em> dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi herbal antijamur.</p>Wina Safutri, Iga Mayola Pisacha, Riza Dwiningrum, Ellen Novi Armayanti
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2463Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000NARRATIVE RIVIEW: POTENSI TERAPEUTIK TANAMAN HERBAL DALAM PENURUNAN GULA DARAH
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2843
<p>Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi global dan nasional yang terus meningkat, serta memicu beban ekonomi dan risiko kematian yang signifikan. Penatalaksanaan DM jangka panjang dengan obat antidiabetes oral sintetis seringkali menimbulkan efek samping yang memengaruhi kepatuhan pasien. Kondisi ini mendorong pencarian terapi komplementer berbasis bahan alam yang dinilai lebih aman dan minim efek samping. <em>Narrative review</em> ini bertujuan untuk memberikan gambaran sistematis mengenai potensi terapeutik, mekanisme biomolekuler, dan bukti ilmiah dari tanaman herbal lokal dalam menurunkan gula darah. Penelaahan literatur dilakukan secara sistematis menggunakan database ilmiah terpercaya (Google Scholar, ScienceDirect, Pubmed, Scopus, dan Elsevier) dalam rentang waktu 2013 hingga 2026 dengan kata kunci terkait tanaman obat antidiabetes dan mekanisme hipoglikemik. Kajian literatur menunjukkan bahwa pare (<em>Momordica charantia</em>), kayu manis (<em>Cinnamomum</em> spp.), kunyit (<em>Curcuma longa</em>), dan brotowali (<em>Tinospora crispa</em>) memiliki potensi besar sebagai agen antidiabetes melalui pendekatan multitarget. Mekanisme biomolekulernya meliputi regulasi jalur pensinyalan insulin dan translokasi GLUT-4 (pare dan kayu manis) , penghambatan enzim pencernaan karbohidrat hidrolase seperti -glukosidase (kayu manis dan brotowali) , proteksi sel -pankreas serta supresi sitokin pro-inflamasi (kunyit) , hingga penekanan glukoneogenesis hepatik (brotowali). Evaluasi ilmiah tanaman ini bervariasi dari pengujian preklinis (<em>in vitro</em> dan <em>in vivo</em>) hingga uji klinis acak terkontrol (RCT) jangka panjang. Tanaman herbal pare, kayu manis, kunyit, dan brotowali terbukti secara ilmiah memiliki potensi terapeutik yang kuat dalam manajemen glukosa darah dan dapat dijadikan alternatif terapi pendamping yang strategis dalam tata laksana Diabetes Mellitus</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Antidiabetes , Bahan Alam, Diabetes Mellitus, Mekanisme Biomolekuler,</p>Nita Windi
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2843Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000Literature Review: MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI PADA BERBAGAI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2851
<p>Majanemen pengelolaan obat merupakan bagian penting dalam pelayanan kefarmasian yang bertujuan menjamin ketersediaan, mutu, keamanan, dan ketepatan penggunaan obat difasilitas pelayanan kesehatan. Review artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sistem pengellaan bat di berbagai fasilitas kesehatan, meliputi dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan apotek. Metode yang digunakan adalah structured literature review dengan sumber data berupa sepuluh artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh melalui Goggle Schoolar PubMed dan ScienceDirect. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan tahapan pengelolaan obat, yaitu perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pengendalian, serta evaluasi. Hasil review menunjukkan bahwa secara umum pengelolaan obat telah dilaksanakan sesuai pedoman dan regulasi yang berlaku, seperti penerapan metode FIFO dan FEFO penggunakan e-catalogue, serta sistem distribusi yang terstruktur. Puskesmas menunjukkan capaian pengelolaan paling optimal dengan sebagian besar indikator mencapai standar. Rumah sakit dan dinas kesehatan telah berjalan cukup baik, namun masih ditemukan kendala pada tahap perencanaan, pengendalian stok, jeterbatasan sumber daya manusia, serta keterlambatan pengadaan. Pengellaan obat diapotek masih memerlukan perbaikan terutama pada aspek perencanaan, pencatatan stok, dan pengendalian obat kadarluarsa. Dengan demikian, diperlukan peningkatan sistem manajemen yang terintegrasi da evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan efektifitas pelayanan kefarmasian.</p>Diah Kartika Putri
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2851Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000Narrative Review: Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Manajemen Farmasi-
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2852
<p>Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin ketersediaan, mutu, dan penggunaan obat secara rasional. Pengelolaan obat yang tidak optimal dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti kekosongan obat, penumpukan stok, dan meningkatnya risiko obat kedaluwarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip manajemen farmasi dalam pengelolaan obat di instalasi farmasi rumah sakit. Metode yang digunakan adalah <em>narrative literature review</em> dengan menganalisis sepuluh artikel penelitian nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2020–2026 melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan obat pada umumnya telah sesuai dengan standar, meliputi tahap perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga evaluasi. Namun, masih ditemukan berbagai kendala seperti ketidaktepatan perencanaan, keterlambatan pengadaan, adanya obat kadaluarsa dan stok mati, keterbatasan sumber daya manusia, serta sistem pelaporan yang belum terintegrasi. Kesimpulannya, pengelolaan obat di instalasi farmasi rumah sakit telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan perbaikan berkelanjutan melalui optimalisasi sistem manajemen, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian.</p>Diah Kartika Putri
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2852Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000Narrative Review: Pengaruh Perbedaan Penggunaan Pelarut N-Heksan, Etil Asetat, Akuades, Etanol 96%, dan Aseton pada Ekstrak Daun Kelor sebagai Antioksidan Alami
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2853
<p>Daun kelor (<em>Moringa oleifera</em> Lam.) merupakan salah satu tanaman yang banyak diteliti karena memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid, dan vitamin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Efektivitas aktivitas antioksidan ekstrak tanaman sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi, terutama jenis pelarut yang digunakan karena setiap pelarut memiliki tingkat polaritas berbeda dalam menarik senyawa bioaktif. <em>Narrative review</em> ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pelarut n-heksan, etil asetat, akuades, etanol 96%, dan aseton terhadap kandungan senyawa aktif serta aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan <em>narrative review</em> melalui penelusuran literatur ilmiah periode 2018–2025 menggunakan beberapa <em>database</em> penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelarut polar seperti etanol dan akuades lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa fenolik dan flavonoid yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, sedangkan pelarut semi polar seperti etil asetat mampu menarik flavonoid tertentu dengan aktivitas antioksidan tinggi. Pelarut nonpolar seperti n-heksan lebih banyak mengekstraksi senyawa lipofilik sehingga aktivitas antioksidannya cenderung lebih rendah dibandingkan pelarut polar. Perbedaan polaritas pelarut memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai IC<sub>50</sub> dan kadar senyawa aktif ekstrak daun kelor.</p>Rizqika bastian
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2853Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000Narrative Review: Inovasi ekstrak daun senggani dalam sediaan nanoemulsi sebagai bahan baku obat
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2858
<p>Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid, tanin, saponin, dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Namun, pemanfaatannya sebagai bahan baku obat masih menghadapi kendala berupa rendahnya kelarutan, stabilitas, dan bioavailabilitas senyawa aktif. Teknologi nanoemulsi merupakan salah satu sistem penghantaran obat yang dapat meningkatkan karakteristik tersebut melalui pembentukan droplet berukuran nano. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis artikel ilmiah mengenai formulasi, karakterisasi, dan aktivitas biologis nanoemulsi ekstrak daun. Data dianalisis secara deskriptif melalui sintesis hasil penelitian. Kajian menunjukkan bahwa formulasi nanoemulsi umumnya menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai fase minyak, Tween 80 sebagai surfaktan, serta PEG 400 sebagai ko-surfaktan dengan metode ultrasonikasi atau homogenisasi. Nanoemulsi yang dihasilkan memiliki ukuran partikel pada skala nanometer, stabilitas fisik yang baik, serta mampu meningkatkan kelarutan, bioavailabilitas, penetrasi, dan pelepasan senyawa aktif dibandingkan ekstrak konvensional. Selain itu, berbagai penelitian melaporkan peningkatan aktivitas farmakologis, seperti antioksidan, antibakteri, antihiperglikemia, dan fotoprotektif setelah ekstrak diformulasikan dalam bentuk nanoemulsi. Teknologi nanoemulsi berpotensi menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan mutu dan efektivitas ekstrak daun senduduk sebagai bahan baku obat. Meskipun demikian, penelitian eksperimental secara langsung terhadap nanoemulsi ekstrak daun senduduk masih diperlukan untuk mengonfirmasi karakteristik fisik, stabilitas, keamanan, dan aktivitas biologinya.</p>Annajim Daskar
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2858Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000Narrative Review: Manajemen Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dalam Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Kesehatan
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2863
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pengelolaan obat di bagian farmasi rumah sakit adalah aspek krusial untuk mendukung kualitas layanan kesehatan, karena jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan masalah seperti kekosongan obat, keterlebihan stok, dan penggunaan obat yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan obat berdasarkan studi literatur menggunakan metode observasi naratif terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan obat mencakup tahap perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, penggunaan, serta pemantauan dan evaluasi yang pada dasarnya sudah sesuai standar, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan hambatan-hambatan seperti perencanaan yang tidak berbasiskan data akurat, keterbatasan anggaran, sistem informasi yang belum terintegrasi, serta pengawasan yang belum optimal, sehingga hal ini mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pengelolaan obat. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan berkelanjutan melalui penguatan sistem informasi, peningkatan koordinasi antara tenaga kesehatan, serta optimalisasi pemantauan dan evaluasi agar pengelolaan obat dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien.</span></span></p>Annisa Ratna Fadilla Purba, Diah Kartika Putri
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2863Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN FACE MIST DARI EKSTRAK TOMAT (Solanum lycopersicum L.) SEBAGAI PELEMBAB KULIT
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2865
<p>Permasalahan kulit kering (<em>xerosis cutis</em>) adalah salah satu tantangan bagi masalah kenyamanan dan kesehatan kulit. Pada keadaan ini, dibutuhkan suatu produk perawatan kulit yang sesuai dan efektif untuk dapat diatasi. Salah satu produk perawatan perawatan kulit untuk mengatasi permasalahan ini adalah <em>face mist.</em> Tomat merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif melembabkan daripada bahan sintesis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dalam tomat, mengetahui stabilitas mutu fisik <em>face mist</em> dan mengetahui konsentrasi terbaik pada sediaan <em>face mist</em> dari ekstrak tomat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental. Metode penelitian yaitu pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuataan sediaan dan evaluasi mutu fisik sediaan. Sampel pada penelitian ini adalah tomat yang diekstrak. Hasil uji ekstrak tomat mengadung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin dan vitamin C, sediaan <em>face mist</em> pada F1(5%), F2(7%) , dan F3(9%) memenuhi persyaratan uji mutu fisik yang baik meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar semprot, uji waktu kering, uji iritasi, uji stabilitas, uji daya proteksi, uji hedonik, dan uji kelembaban. Konsentrasi <em>face mist</em> terbaik adalah pada konsentrasi 9%, ditentukan dari nilai signifikansi sebesar 0,002 pada uji <em>paired t-test sample</em>.</p>nadilla virginia
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2865Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000Apakah Obat Generik Bermerek Memberikan Hasil Klinis yang Lebih Baik Dibandingkan Obat Generik Tanpa Merek? Tinjauan Naratif terhadap Bukti Bioekuivalensi, Terapeutik, dan Luaran Klinis
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2871
<p>Obat generik merupakan alternatif terapi yang lebih terjangkau dibandingkan obat bermerek, tetapi masih terdapat keraguan mengenai mutu, efektivitas, dan hasil klinisnya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara naratif apakah obat generik bermerek memberikan hasil klinis yang lebih baik dibandingkan obat generik tanpa merek berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Penelitian ini menggunakan desain narrative review dengan pencarian literatur melalui PubMed, Google Scholar, dan Garuda. Artikel yang digunakan merupakan publikasi dengan penelusuran tambahan melalui reference tracking. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Dari delapan artikel yang memenuhi kriteria, sebagian besar menunjukkan bahwa obat generik memiliki efektivitas klinis yang sebanding dengan obat bermerek apabila telah memenuhi standar bioekuivalensi. Luaran klinis seperti Major Adverse Cardiovascular Events (MACE), mortalitas, gejala depresi, aktivitas antibakteri, serta parameter farmakokinetik tertentu umumnya tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Namun, beberapa studi masih menemukan adanya variasi performa pada produk generik tertentu, terutama pada parameter bioekuivalensi dan outcome klinis seperti INR serta time above MIC. Obat generik yang memenuhi standar bioekuivalensi umumnya memiliki efektivitas klinis yang setara dengan obat bermerek, sehingga dapat menjadi alternatif terapi yang aman dan ekonomis. Meski demikian, pengawasan mutu, evaluasi bioekuivalensi, dan pemantauan pascapemasaran tetap diperlukan untuk menjamin konsistensi mutu dan luaran klinis.</p>Sulistia Suryaman
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2871Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : PERKEMBANGAN METODE ANALISIS KURKUMIN (Curcuma longa L.) PADA SEDIAAN FARMASI DAN BAHAN ALAM
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2882
<p>Kurkumin merupakan senyawa bioaktif utama dari Curcuma longa L. yang banyak digunakan dalam sediaan farmasi dan produk bahan alam. Kompleksitas matriks sampel serta karakteristik fisikokimia kurkumin menuntut metode analisis yang akurat, sensitif, dan tervalidasi. Berbagai metode telah dikembangkan, mulai dari spektrofotometri UV–Visible hingga teknik kromatografi dan spektrometri modern. Namun, kajian yang membandingkan kinerja metode-metode tersebut berdasarkan parameter validasi yang seragam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis perkembangan metode analisis kurkumin pada sediaan farmasi dan bahan alam, membandingkan performanya berdasarkan parameter validasi sesuai pedoman ICH Q2(R2), serta mengidentifikasi tren pengembangan teknologi analisis. Kajian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran artikel pada basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, Taylor & Francis, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa HPLC masih menjadi metode yang paling banyak digunakan karena memiliki sensitivitas, selektivitas, dan reproduktibilitas yang baik. Perkembangan terkini mengarah pada penggunaan UHPLC, LC–MS/MS, sensor elektrokimia, serta pendekatan Green Analytical Chemistry untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan analisis. Kajian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai perkembangan metode analisis kurkumin serta rekomendasi pemilihan metode sesuai tujuan analisis dan karakteristik sampel.</p>Muhammad Wildan Firdaus Wildan
Copyright (c) 2026 Jurnal Farmasi Aisyah
https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JFA/article/view/2882Tue, 11 Aug 2026 00:00:00 +0000