Jurnal Gizi Aisyah https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA <p align="justify">p-ISSN : 2686-2441</p> <p align="justify">e-ISSN : 2686-3537</p> <p align="justify">Jurnal Gizi Aisyah (<em>p-ISSN: 2686-2441, e-ISSN: 2686-3537 </em>) is <strong>scientific, peer-reviewed and open access journa</strong>l managed and published by Universitas Aisyah Pringsewu <strong>on February and September</strong>. Jurnal Gizi Aisyah publishes original research and/or library analysis focuses on <strong>Clinical Nutrition,</strong><strong>Human Nutrition,Food Technology</strong><strong>.</strong> All published articles will have a unique <strong>Digital Object Identifier</strong> (DOI) number. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.</p> <p align="justify"> </p> Journal Aisyah University en-US Jurnal Gizi Aisyah 2686-2441 Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja Di Kota Yogyakarta https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA/article/view/2049 <p>Kelebihan gizi merupakan masalah kesehatan global dengan angka prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya, baik di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia. Masalah kelebihan gizi yang sering terjadi pada remaja sebagian disebabkan oleh faktor pola makan. Perkembangan tren saat ini, khususnya di bidang kuliner, membuat remaja mudah terpengaruh untuk mengikuti tren yang ada, terutama pola makan yang kurang tepat seperti kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian kelebihan gizi pada remaja di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik kuantitatif dengan desain potong lintang (<em>cross-sectional</em>). Subjek dalam penelitian ini adalah remaja di Kota Yogyakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden yang dipilih melalui metode <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Status gizi diukur menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U), sedangkan data kebiasaan konsumsi makanan cepat saji diperoleh dari pengisian kuesioner <em>Qualitative-Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ)</em>. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik <em>Fisher exact</em> dengan tingkat signifikansi (0,05). Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (&lt;0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian kelebihan gizi pada remaja di Kota Yogyakarta. Pihak sekolah dapat memantau status gizi siswa dengan mengumpulkan data antropometri dan memberikan edukasi tentang pentingnya membatasi konsumsi makanan cepat saji.</p> Khoirun Nisa Alfitri Aida Nur Hasanah Nor Eka Noviani Copyright (c) 2026 Jurnal Gizi Aisyah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-30 2026-03-30 9 1 1 10 Hubungan Pola makan (Karbohidrat Dan Protein) Sebelum Hamil Dengan Status Gizi Pada Ibu Hamil Hyperemesis Gravidarum Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak (RSIA) Asih Kota Metro Tahun 2024 https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA/article/view/2355 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Latar Belakang :</strong> Kehamilan mempengaruhi tubuh ibu secara keseluruhan dengan menimbulkan perubahan-perubahan fisiologi, komplikasi kehamilan salah satunya adalah mual dan muntah atau dikenal dengan Hyperemesis Gravidarum (HEG). HEG juga dapat dipengaruhi oleh beberapa pola makan diantaranya adalah pola makan karbohidrat, pola makan protein, pola makan karbohidrat dan protein berpengaruh terhadap status gizi ibu hamil, pentingnya status gizi pada ibu hamil dengan HEG.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan (karbohidrat dan protein) sebelum hamil dengan riwayat status gizi pada ibu hamil hyperemesis gravidarum di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asih Kota Metro Tahun 2024.</p> <p><strong>Metode :</strong> Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Sampel penelitian adalah 37 ibu hamil dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, penelitian dilakukan di RSIA Asih Kota Metro pada bulan November-Desember 2024. Instrumen penelitian menggunakan lembar FFQ (Food Frequency Questionnaire), buku Kesehatan Ibu dan Anak</p> <p>(KIA) dan data rekam medis untuk mengukur IMT ibu sebelum hamil, analisis data yang digunakan adalah Fisher exact.</p> <p><strong>Hasil</strong> : Hasil penelitian ada hubungan antara pola makan karbohidrat (p=0,006) dan pola makan protein (p=0,004) sebelum hamil dengan status gizi pada ibu hamil hyperemesis gravidarum.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong> : Ada hubungan antara pola makan karbohidrat sebelum hamil dengan riwayat status gizi pada ibu hamil hyperemesis gravidarum dan Ada hubungan antara pola makan protein sebelum hamil dengan Riwayat status gizi pada ibu hamil hyperemesis gravidarum di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asih Kota Metro Tahun 2024.</p> <p>.</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> Pola Makan, Karbohidrat, Protein, Status Gizi</p> Nela Karlina Desti Ambar Wati Lara Ayu Lestari Aftulesi Nurhayati Copyright (c) 2026 Jurnal Gizi Aisyah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-30 2026-03-30 9 1 11 29 Hubungan Tingkat Kecukupan Protein, Vitamin C, Fe, dan Zinc dengan Dismenorea Primer pada Remaja Putri Di SMK Minhajuth Thullab Al Amin Kabupaten Mesuji https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA/article/view/2429 <p>Dismenore primer adalah nyeri haid yang umum dialami oleh remaja perempuan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kinerja akademik. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kejadiannya antara lain kecukupan asupan nutrisi seperti protein, vitamin C, zat <em>Fe</em>, dan <em>Zinc</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecukupan asupan protein, vitamin C, <em>Fe</em>, dan <em>Zinc</em> serta kejadian dismenore primer pada remaja perempuan di SMK Minhajuth Thullab Al Amin Kabupaten Mesuji. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>, yang melibatkan total populasi 84 mahasiswi. Kecukupan nutrisi dinilai berdasarkan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI, 2018, sedangkan nyeri dismenore primer diukur menggunakan Skala Peringkat Numerik (NRS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi <em>Gamma</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki asupan protein, vitamin C, zat besi, dan seng yang tidak memadai. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kecukupan nutrisi dan dismenore primer: protein (p = 0,808), vitamin C (p = 0,454), zat besi (p = 0,673), dan seng (p = 0,401). Kesimpulannya, kecukupan asupan protein, vitamin C, zat besi, dan seng tidak berhubungan signifikan dengan dismenore primer. Penelitian di masa depan direkomendasikan untuk memeriksa faktor lain yang berkontribusi seperti aktivitas fisik, status anemia, indeks massa tubuh, dan stres. Pendidikan gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja harus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya promosi dan pencegahan.</p> <p>&nbsp;</p> indah citra sandra Masayu Dian Khairani Alifiyanti Muharramah Abdullah Copyright (c) 2026 Jurnal Gizi Aisyah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-30 2026-03-30 9 1 30 47 HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI USIA 6-24 BULAN DI PEKON WONODADI KABUPATEN PRINGSEWU https://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/JGA/article/view/2457 <p><em>One of the most common nutritional problems among toddlers is stunting. Stunting describes chronic nutritional status, identified by a height-for-age (H/A) index with a Z-score ranging from -2 to -3 SD. Based on the SKI results, the&nbsp;</em></p> <p><em>prevalence of stunting in toddlers in Pringsewu Regency reached 14.1%, a figure that has not yet reached the 2020-2024 RPJMN target of 14% by 2024. The research objective was to determine the correlation between supplementary feeding (MP-ASI) provision with nutritional status based on height/age (PB/U) or height/age (H/U) of children aged 6-24 months in Wonodadi Village of Pringsewu Regency. This study was conducted in Wonodadi Village. Respondents in this study were all mothers with toddlers aged 6-24 months, with a sample of 57 toddlers. The instruments used were a questionnaire on the provision of complementary feeding and a KIA book. The sampling technique used was total sampling with a purposive sampling method. This research type was quantitative with a cross-sectional approach design, and data analysis used univariate and bivariate analysis. Statistical tests used the gamma test. The study results showed indicate that there is a significant correlation between with a moderate correlation between the provision of complementary feeding and nutritional status based on height/age or height/age (p= 0.027, r= 0.584). Regarding family food security, respondents were advised to use locally available food that could be used as supplemental feeding for kids and to process food more creatively to prevent kids from becoming bored and engaging in the Closed Mouth Movement (GTM).</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Supplementary Feeding, Nutritional Status, Toddlers, Stunting.</em></p> Sukma Alvionita Abdullah Abdullah Copyright (c) 2026 Jurnal Gizi Aisyah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-30 2026-03-30 9 1 48 51