Main Article Content

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan normal yang sering dialami ibu hamil trimester pertama, dan dapat menjadi hiperemesis gravidarum jika tidak ditangani secara tepat. Di tahun 2018 angka emesis gravidarum  di Indonesia sekitar 50-90 % perempuan hamil mengalami emesis gravidarum. Tujuan penelitian diketahui mengetahui Pengaruh pemberian minuman jahe terhadap penurunan frekuensi mual muntah (Emesis gravidarum) pada ibu hamil Trimester 1.  Desain dalam penelitian ini adalah Perbandingan Kelompok statis (Static Group Comparison) dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random sampling dengan sampel sebanyak 30 ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak pada tanggal 6 Agustus 2022 sampai dengan 30 September 2022. Analisis perbedaan frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Uji Wilcoxon. .Instrumen yang digunakan adalah SOP dan lembar observasi PUQE-24, Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata penurunan mual muntah ibu hamil trimester I pada kelompok intervensi sebesar 4,1 Sedangkan rata-rata penurunan mual muntah ibu hamil trimester 1 pada kelompok kontrol sebesar 3,2. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya penurunan rata –rata kemudian diujikan dengan uji wilcoxon  dengan hasil p-value sebesar 0,001 (<0,05) yang artinya ada pengaruh minuman Jahe terhadap penurunan emesis gravidarum trimester 1 . Diharapkan bagi masyarakat dapat memanfaatkan minuman jahe sebagai pendamping alternatif  obat antiemetik, dan dapat mengolah varian lain dari tanaman jahe yang dapat digunakan bersama untuk menurunkan frekuensi emesis gravidarum

Keywords

Emesis Gravidarum, Trimester 1, Minuman Jahe

Article Details