HUBUNGAN ASUPAN LEMAK, NATRIUM, DAN SERAT DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KLINIK AISYAH MEDICAL CENTER (AMC) PRINGSEWU

  • Jeri Kurniawan Universitas Aisyah Pringsewu
  • Amali Rica Pratiwi Universitas Aisyah Pringsewu
  • Ramadhana Komala Universitas Aisyah Pringsewu
  • Afiska Prima Dewi Universitas Aisyah Pringsewu
Keywords: Tingkat kecukupan lemak, natrium, dan serat, hipertensi

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 8,36% dan hipertensi di provinsi Lampung sebesar 7.95%. Salah satu faktor yang menyebabkan hipertensi pada lansia adalah tingkat kecukupan lemak, natrium yang berlebih, dan kurangnya tingkat kecukupan serat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan lemak, natrium dan serat dengan  hipertensi  pada lansia di klinik Aisyah Medical Center (AMC) pringsewu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 32 orang lansia wanita di klinik Aisyah Medical Center (AMC) Pringsewu. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Data yang diperoleh di analisis menggunakan uji Fisher.  Asupan lemak, natrium dan serat diukur dengan metode food recall 24 jam sedangkan tekanan darah diukur dengan tensi meter. Lansia yang mengalami hipertensi sebanyak 25 (78,1%), tingkat kecukupan lemak <80% sebanyak 26(81,2%) lansia, tingkat kecukupan natrium <77% sebanyak 31(96,9%), tingkat kecukupan serat <80% 29(90,6%). Hasil penelitian ini diperoleh yaitu tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan lemak, natrium, dan serat terhadap hipertensi di Klinik AMC Pringsewu dengan nilai (p>0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan lemak, natrium, dan serat dengan hipertensi.

Published
2021-09-13