Main Article Content

Abstract

Pemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan mempunyai arti sangat penting, terutama menyangkut pemenuhan zat gizi dan zat lain pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit.Pemberian susu formula atau tambahan ASI yang terlalu dini dapat meganggu pemberian ASI ekslusif serta meningkatkan angka kesakitan (morbiditas). Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan pada tanggal 10 Januari 2018 dari data Puskesmas Kota Dalam tahun 2018, ibu yang memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas kota dalam dari cakupan 281 bayi baru lahir di 2018 yang mendapatkan pemberian ASI ekslusif masih belum mencapai target, didapatkan cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi 0-6 bulan hanya 98 bayi sekitar 34%. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik mengadakan suatu penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan riwayat pemberian susu formula pada bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Kota dalam Pesawaran Tahun 2018.


Jenis Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah 281 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Kota Dalam pada tahun 2018, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 74 orang dengan teknik sample accidental sampling. Analisis univariat dan bivariat dalam penelitian ini menggunakan UjiĀ  Chi Square.


Hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p value 0,001), pendidikan dengan pemberian susu formula (p value 0,000) dan tidak terdapaat hubungan antara pekerjaan dengan pemberian susu formula (p value 0,308). Diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan dan pengarahan kepada masyarakat tentang pengaruh pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan.

Keywords

Pengetahuan Pendidikan Pekerjaan Susu Formula

Article Details