FAKTOR RESIKO ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS HAJIMENA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Keywords:
Anemia, ibu hamil, paritas, jarak kehamilan, status giziAbstract
Angka kejadian anemia pada ibu hamil masih signifikan di berbagai populasi. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan prevalensi global sebesar 35,5%, sedangkan data nasional menunjukkan bahwa 27,7% ibu hamil terkena anemia. Di Provinsi Lampung, prevalensinya adalah 19%, sementara di Puskesmas Hajimena tercatat sebesar 10,6%, melebihi beberapa pusat kesehatan tetangga. Angka kejadian anemia di wilayah ini juga menunjukkan tren peningkatan selama bertahun-tahun. Kondisi ini membutuhkan perhatian yang signifikan, karena anemia dapat menyebabkan komplikasi kehamilan dan bahkan berkontribusi pada kematian ibu. Mengingat jumlah kasus yang substansial dan tren peningkatannya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan faktor-faktor yang terkait dengan angka kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Hajimena. Studi ini merupakan investigasi observasional kuantitatif dengan menggunakan desain kasus-kontrol yang dilakukan di Puskesmas Hajimena, Kabupaten Lampung Selatan. Populasi terdiri dari seluruh ibu hamil yang menerima pemeriksaan antenatal, berjumlah 539 orang. Sampel terdiri dari 116 responden, termasuk 58 ibu hamil yang didiagnosis menderita anemia dan 58 ibu hamil tanpa anemia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara setiap variabel dan kejadian anemia. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara usia (p = 1,000; OR = 1,000) dan riwayat medis (p = 0,143; OR = 3,231) dengan kejadian anemia. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara paritas (p = 0,006; OR = 0,332), jarak kelahiran (p = 0,031; OR = 3,522), dan status gizi (p = 0,000; OR = 5,078) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar penyedia layanan kesehatan mengadopsi intervensi komprehensif dengan meningkatkan status gizi ibu, mendorong jarak kehamilan yang optimal, dan memperkuat evaluasi kesehatan prenatal secara teratur untuk mengurangi risiko anemia.




