Main Article Content

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin. Data Dinas Kesehatan Lampung (2016), kejadian KEK pada wanita hamil sebesar10,9%, sedangkan di Kabupaten Pringsewu  sebesar 14,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Pringsewu tahun 2020. Desain yang digunakan adalah kuantitaif dengan pendekatan crossectional. Sebanyak 207 sampel ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu . Teknik pengambilan sampel dengan Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada sampel. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah univariat dengan distribusi frekuensi, bivariate dengan chi square. Hasil penelitian didapatkan ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 14%, sebagian besar ibu hamil berada pada usia yang  berisiko 56%, sebanyak 60,4% ibu hamil dalam kehamilan primipara, sebagian besar ibu hamil memiliki pendapat >UMR (Rp 2,432,001) (43%). Hasil uji statistic ada hubungan antara usia dengan kejadian kekurangan energy kronik (pvalue=0,001). Adanya hubungan antara paritas dengan kejadian kekurangan energy kronik pada ibu hamil (pvalue=0,000). Adanya hubungan antara tingkat pendapatan dengan kejadian kekurangan energy kronik pada ibu hamil (pvalue=0,002). Berdasarkan hal tersebut maka, diperlukan pendekatan dari tenaga kesehatan untuk memberikan konseling tentang usia, paritas, dan social ekonomi yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil.

Keywords

Ibu Hamil, Kekurangan Energi Kronis, Paritas, Status Ekonomi,Usia

Article Details