Main Article Content

Abstract

Tingginya angka kematian ibu (AKI) disebabkan karena sikap dan perilaku ibu selama hamil dan didukung oleh pengetahuan ibu terhadap kehamilannya. Penurunan AKI di Indonesia yang belum signifikan menyebabkan Kementerian Kesehatan meluncurkan program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS). Upaya percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas. Capaian K4 di Puskesmas Tanjung Sari sampai dengan bulan November 2022 mencapai 83,1% dan dari hasil wawancara dari 15 orang ibu hamil sebesar 60% belum mengetahui tentang tanda bahaya pada kehamilan. Tujuan penelitian ini diketahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kunjungan Ante Natal Care di UPT Puskesmas Tanjung Sari Lampung Selatan Tahun 2022.


Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasinya adalah seluruh ibu hamil primigravida TM III di UPT Puskesmas Tanjung Sari Lampung Selatan Tahun 2022 yang berjumlah 56 orang, dengan sampel sebagian populasi berjumlah 50 orang, teknik sampling yang digunakan purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisis univariat dengan menggunakan persentase dan analisis bivariat menggunakan uji chi square.


Hasil penelitian didapatkan dari 50 responden, pengetahuan ibu hamil primipara 60,0 % baik, dan kunjungan ANC 58,0 % lengkap. Ada hubungan pengetahuan ibu hamil primigravida dengan kunjungan ANC (p value = 0,001) di UPT Puskesmas Tanjung Sari Lampung Selatan Tahun 2022. Puskesmas dapat membuat media komunikasi leaflet, poster, dan banner yang berhubungan dengan tanda bahaya pada kehamilan dan dapat meningkatkan kegiatan kelas ibu hamil dan posyandu dalam membahasa materi dalam buku KIA yang berhubungan dengan kesehatan terutama kesehatan ibu, bayi dan balita serta dapat meningkatkan kerjasama lintas sektor dengan Camat, Kepala Desa, Kepala KUA, kepala lingkungan, kepala dusun dan tokoh masyarakat dalam pencapaian peningkatan kesehatan terutama bagi ibu hamil, bayi dan balita.

Keywords

Pengetahuan, Tanda Bahaya Kehamilan, Kunjungan ANC

Article Details