PERBEDAAN INTENSITAS MUAL MUNTAH SEBELUM DAN SESUDAH AKUPRESUR TITIK P6 PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM
Keywords:
Akupresur P6, Hiperemesis, Ibu HamilAbstract
Mual dan muntah selama kehamilan merupakan keluhan yang umum terjadi dan pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum. Prevalensi hiperemesis gravidarum di seluruh dunia mencapai sekitar 12,5% yang hingga kini masih menjadi tantangan dalam pelayanan kebidanan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan akupresur pada titik P6, sebagai upaya untuk menurunkan intensitas mual dan muntah. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik akupresur pada titik P6 terhadap intensitas mual muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 19 ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi akupresur dilakukan pada titik P6 di kedua pergelangan tangan selama 30 detik, dua kali sehari selama tiga hari. Intensitas mual muntah diukur dengan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24) dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukan sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami mual muntah kategori sedang (89,5%). Setelah intervensi, sebagian besar mengalami kategori ringan (63,2%). Uji paired t-test menunjukkan p value 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara intensitas mual muntah sebelum dan sesudah intervensi pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum. Disarankan kepada responden untuk mencoba melakukan akupresur titik P6 sebagai metode nonfarmakologis yang aman dan mudah dalam menangani mual dan muntah




