Main Article Content

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas, mortalitas, dan hambatan pertumbuhan motorik dan mental. Prevalensi balita stunting nasional mengalami peningkatan dari 29,6% di tahun 2017 menjadi 30,8% di tahun 2018. Stunting dapat disebabkan tinggi badan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitain ini adalah anak usia 6-59 bulan dengan jumlah 3.364 balita dan ibu dengan balita usia 6-59 bulan yang mengalami stunting di Puskesmas Branti Raya sebesar 30 orang. Sampel dalam penelitain ini yaitu 30 orang kelompok kasus dan 30 orang kelompok kontrol. Analisis univariat menggunakan persentase (%), sedangkan analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelompok kasus terdapat 16 (53,3%) responden dengan tinggi badan normal dan pada kelompok kasus terdapat 25 (83,3%) responden dengan tinggi badan normal. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan tinggi badan ibu (p-value= 0,026) dengan kejadian stunting. Diharapkan ibu dapat melakukan pengukuran tinggi badan anaknya secara rutin pada kegiatan posyandu tiap bulannya guna memantau status gizi TB/U anak secara teratur.

Keywords

: PMBA, Tinggi Badan Ibu, Stunting

Article Details